kapan waktu yang tepat untuk memberi MPASI

Mengenalkan MPASI Setelah Bayi Berusia 6 Bulan

Anda mulai bisa memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) kepada bayi Anda setelah ia berusia 6 bulan. Hingga usianya 6 bulan, asupan terbaik untuknya adalah ASI Eksklusif.

Ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan “sinyal”, alias tanda-tanda, diantaranya:

- Kekuatan kepala: ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil.
- Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.
- Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisa duduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar.
- Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari.
- Mulai tertarik dengan makanan Anda

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI adalah sebagai berikut:

MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya.
Akan tetapi,,jika memang ASI kita berlimpah dan mencukupi,,sebaiknya ditunda saja ya bun.

Posted in perkembangan bayi | Leave a comment

Tanda Lahir Pada Bayi

Beberapa bayi yang baru lahir memiliki sebuah tanda khusus ditubuhnya, baik yang muncul saat bayi baru dilahirkan maupun beberapa minggu setelah dilahirkan. Warna dan bentuknyapun bervariasi, ada yang biru, biru abu-abu, coklat, hitam, putih, merah keunguan. Beberapa orang menjadikannya tanda khas(ciri) yang terdapat pada buah hatinya. termasuk anakku yang pertama, farrel memiliki tanda lahir berwarna kecoklatan pada sikut tangan kanannya.
Definisi medis menyebutkan bahwa tanda lahir merupakan kelainan kulit pada anak baru lahir yang memiliki komponen kulit normal berlebih dalam satu unit area. Komponen ini berupa pembuluh darah, pembuluh limfa, sel pigmen, folikel rambut, kelenjar keringat, epidermis, kolagen, elastin, atu komponen kulit lainnya.
Sampai detik ini, penyebab munculnya tanda lahir atau yang sering disebut toh memang belum ditemukan. Ada yang mmenyebutkan bahwa toh ini muncul oleh pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan. Malahan ada mitos yang berkembang bahwa titisan almarhum kakek, nenek, mbah buyut ngikut di badan bayi. Ah, itu sih kata nenekku..he.he.
Berikut ini jenis-jenis tanda lahir pada bayi:
1. Hemangioma
Hemangioma adalah sekelompok pembuluh darah yang tidak ikut aktif dalam peredaran darah umum dan muncul dipermukaan kulit. Meski bisa tumbuh besar, ini bukanlah tumor. Bisa disebabkan juga karena faktor tertentu yang terjadi saat proses kelahiran, misalnya trauma saat proses kelahiran . Ini tidak berbahaya dan juga tidak menular, biasanya timbul disatu tempat, seperti dibagian leher atau kepala
Data medis mengungkapkan bahwa 30% tanda lahir sudah tampak sejak bayi baru lahir. Sementara yang 70% baru muncul satu hingga empat minggu setelah bayi lahir. Tanda lahir ini banyak muncul pada ras kaukasia

2. Bercak cafe au lait
Tanda lahir yang berwarna coklat tua seperti kopi susu ini memiliki bentuk yang tidak teratur dan mendatar pada kulit dengan ukuran 3-5cm. Bila hanya satu bercak, umumnya tidak perlu penanganan khusus. Tapi jika ditemukan 5 atau lebih dengan diameter 5mm, segera konsutasikan pada dokter karena kehadirannya bisa menjadi suatu pertanda adanya penyakit genetik.

3. Mongolian Spot
Tanda lahir jenis ini hampir dialami semua bayi, terutama anak di Asia timur dan keturunan kulit hitam(Afrika). Tanda ini tergolong normal, terlihat seperti bercak warna biru, biru kehitaman, atau abu-abu. Berukuran sangat besar, dan mirip seperti tanda lebam. Umumnya terdapat pada sisi punggung bawah, juga paha belakang, bahu dan pada bokong.

4. Nevus congenital
Tanda ini memiliki bentuk seperti tahi lalat di kepala. ukurannya paling kecil 1cm hingga ada yang sampai 20cm. Berwarna kecoklatan sampai hitam dan sebagian ada yang ditumbuhi rambut. Jika membesar patut diwaspadai dan segera konsultasikan ke dokter

5. Port wine stain
Tanda ini dimulai dengan tanda yang terbentuk datar berwarna kemerah-merahan pada saat lahir dan perlahan-lahan menjadi lebih gelap dan menjadi keungu-unguan saat bertambahnya usia. Sebagian besar akan bertambah besar dan tebal juga. Tanda ini disebabkan oleh pembuluh kapiler yang melebar. Tanda ini bersifat permanen.

6. Pigmented nevi(Moles)
Tanda ini bisa muncul ketika sel dalam kulit tumbuh secara berkelompok, bukannya menyebar di seluruh kulit. Moles dapat muncul dimana saja dalam tubuh, satu tempat maupun berkelompok. Biasanya berwarns cokelat maupun hitam. Tanda ini bisa bertambah gelap apabila terkena sinar matahari dan selama kehamilan.
Warnanya bisa bertambah pudar saat dewasa dan mungkin akan hilang diusia tua. Sebagian moles tidak berbahaya. Tetapi moles yang berubah bentuk dan lebarnya bisa beresiko menjadi kanker kulit.

referensi dari berbagai sumber, www.kafebalita, buku dari Rasti Anditia

Posted in Bayi dan Balita | Tagged , | Leave a comment

Cara Memandikan Bayi

Beberapa ibu muda takut untuk memandikan baynya, tak terkecuali saya . Ketakutannya akn bertambah saat sikecil menangis keras. Padahal, menangis saat dimandikan merupakan respons normal dari seorang bayi. Akibatnya si ibu jadi takut dan deg-degan saat ritual memandikan bayi..tapi itu dulu, sekarang saya udah lihai dalam mandiin sikecil..he..he..ya jelas aja udah mo punya dua anak kok..
Biasanya ibu memilih untuk tidak memandikannya atau minta tolong kepada orang lain untuk memandikan bayinya.
Jika ketidakmandirian ibu ini hanya terjadi dihari pertama, mungkin gak masalah ya..tapi kalo udah sampe tiap hari minta tolong tetangga buat mandiin doang..ya ampunnnnn..jangan dong bunda??
dibawah ini ada tips yang cukup ampuh untuk ibu yang baru belajar memandikan bayi, simak ya bun:

1. Bersikap tenang dan jangan gugup. Anggaplah memandikan bayi adalah aktivitas yang menyenangkan. Dengan demikian, ibu bisa bersikap lebih lembut saat melakukannya

2 Agar dapat mengurangi resiko terjatuh, gunakan alas perlak dan kain. Agar bayi tidak kemasukan air, posisi kepala lebih tinggi dari badan. Jangan sampai menyiram muka bayi, gunakan waslap saja.

3.Taruh bayi diatas perlak, lepaskan bajunya dengan hati-hati. Bersihkan dulu kalo sikecil mengompol atau pup.nah kalo sudah bersih..lanjutkan mandinya ya,,
Seka dengan waslap yang telah dicelupkan dengan air hangat. Mulai dari kepala, muka, badan, lipatan leher, tangan, dada, lipatan ketiak, paha, kaki, an terkhir yang paling kotor yaitu lipatan paha, area kelamin, dan pantat

4. Sabuni bayi dengan waslap yang sudah ditetesi sabun, mulai dari atas kebawah

5. Angkat bayi dengan cara menyelipkan tangan kiri kebawah tengkuknya, lalu pegang erat-erat ketaknya. Tangan kanan memegang tubuhnya untuk dimasukan kedalam bak mandi. Pegang bagian punggung dan leher bayi dengan telapak kiri. Bilas dengan tangan kanan ketika membasuh seluruh tubuhnya, dimulai dari bagian kepala. Jangan lama-lama , agar bayi tidak kedinginan.
dan jika sudah bisa tahap yang ini, balikan tubuh bayi agar bisa membersihkan punggungnya juga. caranya balikan tubuh bayi dengan menyangga tubuh bayi dan pegang erat ketiaknya dengan tangan kiri. tangan kanan bisa mulai membilas bagian belakang.

6. Setelah bersih dari sisa sabun dan shampo, angkat bayi dan letakkan di atas handuk yang telah disiapkan. Tutup tubuh bayi dengan bagian handuk diseblah kiri dan kanan. keringkan kepalanya, lalu tubuhnya, tangan dan kaki juga. Pastikan bagian lipatan seperti leher, paha, dan ketiak kering dari air.
Pada bayi gemuk terdapat banyak lipatan lho bunda.

7. Perhatikan tali pusatnya, jika ada kotoran atau kerak bersihkan dengan hati-hati. Gunakan cotton buds yang telah dibasahi alkohol 70%. tapi jangan sampe dikorek-korek terlalu dalam ya.kenudian olesi perut dan punggung bayi dengan minyak telon, boleh diberi bedak. tapi usahakan jangan sampai terhirup bayi ya,,
setelah itu pakaikan popoknya baru kemudian bajunya.
siap di gendong dan siap untuk minum ASI hangat dari sang ibu. :)

Posted in Bayi dan Balita | Tagged , , | Leave a comment

MITOS DALAM MERAWAT BAYI

Farrel anakku

Tidak perduli dalam masalah apa,mitos kok selalu aja ada. Mitos selalu berkembang sesuai dengan budaya dan adat istiadat masing-masing daerah. tak terkecuali di daerah saya juga lho..saya berada di daerah pesisir jawa timur tepatnya di kota Tuban. Percaya atau tidak percaya sebagian mitos tersebut jika kita telaah lebih lanjut, banyak juga yang bermuatan positifnya. Sebagai contoh, pada masyarakat jawa terdapat mitos selesai makan piring harus segera dicuci. Jika piring kotor dibiarkan begitu saja dalam waktu yang lama akan berakibat tidak baik, yaitu menjadikan kita jauh dari jodoh. Padahal jika kita pikir lagi, memang sebaiknya piring kotor harus segera dicuci untuk menjaga kebersihan dan kerapihan tempat tinggal. Rasanya kan juga tidak pantas jika piring kotor berserakan didapur. Ini juga menandakan sifat kita yang jorok dan malas. Oleh karena itu wajar jika orang lain berpikir berulangkali sebelum menjadikan kita pasangan hidupnya.
Nah, kalo ini mitos tentang merawat bayi ya;
a. Tidak boleh merendam baju bayi
menurut pendapat para orangtua, bayi akan kedinginan dan masuk angin jika bajunya direndam terlalu lama. Sisi benarnya adalah pakaian kotor memang harus segera dicuci, sehingga kita tidak kehabisan cadangan pakaian bayi. Jadi sibayi pun tetap dapat mengenakan baju tanpa khawatir kedinginan dan masuk angin.

b. Bayi wajib pakai gurita
menurut pendapat orangtua, gurita mencegah perut buncit dan pusar bodong. pendapat ini mulai dirasa kurang tepat karena semakin bertambah usia si bayi, memang perutnya akan mulai mengecil. Dengan demikian lama kelamaan pusar bayi akan masuk ketempatnya. Sebaliknya, jika memang sudah ditakdirkan bodong, maka memakai guritapun akan tetap bodong

c. Bedong biar kaki tidak bengkok
selain dipercaya meluruskan kaki yang bengkok, bedong juga dipercaya membuat bayi tidak cepat masuk angin, dapat tidur nyenyak dan tidak kagetan. Apalagi kalo dibedong sekuat mungkin.faktanya adalah saat lahir memang kaki semua kaki bayi tampak bengkok karena menyesuaikan selama 9bulan dalam kandungan, ingatkan perut ibu hamil sebesar apa? bayangkan jika Allah mengijinkan bayi untuk meluruskan kakinya didalam perut ibu. tak terbayang panjang dan lonjongnya perut kita kan bu?
jika memang ada bayi yang memiliki kaki agak bengkok, mungkin juga disebabkan kelainan genetik yang diwariskan oleh orangtuanya. Kain bayi yang terlalu kencang juga akan menghambat perkembangan motoriknya. Tapi jika bedong yang digunakan tidak terlalu kencang memang akan membuat bayi lebih hangat dan nyaman , yang harus dihindari adalah membedong terlalu lama dan terlalu kuat, karena akan membuat bayi susah bernafas, susah bergerak, dan terganggu perkembangan motoriknya.

d. Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari
Ini dibenarkan dalam ilmu kedokteran. Alasannya, day tahan tubuh bayi yang baru lahir masih sangat rendah. Sehingga kalau ada kuman atau virus yang masuk kedalam tubuhnya, si bayi bisa langsung sakit.

e. Ari-ari harus dikubur
Secara medis, tidak ada hubungan lagi ari-ari dengan bayi yang sudah dilahirkan. Jadi kalo dibuangpun, tidak apa-apa. Hanya saja secara etika, ada baiknya jika ari-ari tidak dibuang begitu saja.Bagaimanapun ari-ari ini merupakan bagian dari tubuh bayi. Ini juga menjadi langkah antisipasi agar tidak ada orang yang menyalahgunakan ari-ari dan plasenta untuk berbagai tujuan. Pada ari-ari jiga terdapat jaringan yang dapat dibuat kosmetik dan sistem kloning manusia

f. Menjemur bayi agar tidak kuning
Selain menghilangkan kuning, banyak juga yang beranggapan bahwa tulang bayi akan menjadi semakin kuat. ini benar kok. Tapi, bagi kita yang tinggal didaerah khatulistiwa, pantulan sinar matahari sudah overdosis untuk mengubah provitamin D dikulit untuk menjadi vitamin D. Jadi menjemurnya jangan lama-lama ya bu, dan jangan sampai mengenai langsung mata bayi, karena bisa merusak retinanya. Waktunya pun sebaiknya sebelum jam 9 pagi, karena sinar biru yang terdapat pada sinar matahari masih ada.

g. Tidak boleh menjemur pakaian saat maghrib
dikhawatirkan bayi akan terkena penyakit kulit,logikanya adalah sore hari menjelang maghrib adalah waktu keluarnya serangga dan polen(serbuk sari bunga). nah, jika baju masih berad diluar dikhawatirkan serangga dan polen menempel pada baju bayi dan akan menimbulkan gatal pada saat dipakai.

h. Baby walker(apolo) membantu bayi cepat berjalan
faktanya adalah bayi yang menghabiskan waktunya dalam babywalker hanya akan berjalan duduk, bergerak kesana kemari tanpa tegak. Akibatnya kemampuan bayi untuk berjalan menjadi lebih lambat dibandingkan bayi yang tidak memakai baby walker

Posted in Bayi dan Balita | Tagged , , | 1 Comment